Perbedaan Shared Hosting dengan VPS

Oktober 14, 2021

perbedaan shared hosting dengan vps

Saat ini penggunaan internet sangat tinggi untuk mengakses website dan juga sosial media untuk mengakses informasi yang kita butuhkan. Webiste merupakan salah satu tools marketing untuk memperkenalkan sebuah perusahaan maupun  layanan dan jasa yang ingin anda tawarkan secara detil.

Setiap website memerlukan domain dan hosting agar bisa diakses secara online. Meskipun pada awalnya pembuatan website ini bisa dilakukan secara local yaitu pada localhost. Jika anda seorang web developer, maka anda akan memilih domain dan hosting yang sesuai dengan kebutuhan anda. Hosting yang dipilih tentunya akan sesuai dengan kompatibilitas pada bahasa pemrograman maupun database yang digunakan saat pembuatan website. Hal tersebut harus dilakukan demi kelancaran konfigurasi dan akses website tersebut.

Ketika anda menuju ke salah satu hosting provider, anda akan menemukan pilihan diantaranya yaitu Shared hosting dan VPS hosting. Lalu apa perbedaannya?

 

Shared Hosting

Shared hosting adalah layanan paling populer untuk pengguna maupun web developer. Shared hosting biasanya memiliki paket yang kecil yang cukup digunakan untuk website informasi seperti misalnya company profile atau online store dengan skala transaksi yang tidak besar.

Shared hosting bersifat shared yang artinya terbagi. Shared hosting ini merupakan hosting yang digunakan oleh banyak pengguna sekaligus. Pengguna shared hosting ini menggunakan kapasitas server bersama-sama.

Ibaratnya server secara fisik pada shared hosting seperti apartemen. Semua penghuni berada di bangunan yang sama. Fasilitas seperti elevator, tangga, tempat parkir dan lainnya akan digunakan bersama-sama. Jadi saat ada penghuni yang menggunakannya berkali-kali dan berlebihan tentunya akan timbul antrian dan mengganggu penghuni yang lain.

Shared hosting mempunyai biaya sewa yang ekonomis tetapi juga sepadan dengan keterbatasan yang dimiliki oleh layanan ini.

 

VPS

VPS singkatan dari Virtual Private Server adalah tipe hosting yang sumber dayanya berasal dari satu fisik kemudian dibagi menjadi sejumlah virtual server yang lebih kecil.

VPS memiliki kapasitas yang berdiri sendiri tanpa dibagi dengan pengguna yang lain. Jadi apapun yang dilakukan di dalam VPS tentunya tidak akan mengganggu aktifitas pengguna lain. Maka anda bisa melakukan konfigurasi apapun sesuai kebutuhan maupun keinginan.

Ibaratnya memilih layanan VPS ini seperti menyewa sebuah rumah. Pengelolaan rumah sepenuhnya ada di tangan penghuninya. Seperti misalnya penentuan perabot rumah dan perawatan rumah seutuhnya. Jika ada kerusakan pun anda sendiri yang harus memperbaikinya.

VPS mempunyai biaya sewa yang lebih tinggi dibandingkan shared hosting, tetapi hal tersebut juga sepadan dengan kelebihan yang diperoleh pengguna untuk memanfaatkan layanan ini.

 

Perbedaan Shared Hosting dengan VPS Hosting.

Shared hosting memiliki banyak fitur yang disediakan oleh hosting provider. Dimana fitur tersebut juga dikelola dan diawasi oleh provider. Jika ada kerusakan tentunya akan mendapatkan support dari provider. Kekurangan yang dimiliki shared hosting ini yaitu resource server yang dibatasi dan diatur oleh pihak provider hosting serta pelanggan harus mematuhi batasan dan aturan tersebut. Jika pelanggan melanggar batasan atau aturan penggunaan resource sehingga mengganggu resource server secara menyeluruh, maka provider berhak melakukan suspended atau penonaktifan akun hosting pelanggan sementara.

Sedangkan VPS bebas menentukan fitur apa yang ingin anda sediakan dan tidak akan saling menggangu dengan pengguna hosting yang lain. Secara teknis, provider akan memberikan akses VPS setelah sistem operasi sudah terinstal. Hal ini berarti bahwa pengguna layanan ini mempunyai kebebasan untuk mengelolanya sendiri.

Berbagai konfigurasi bisa ditentukan sesuai keinginan dan kemampuan pengguna VPS. Tetapi ternyata hal tersebut menjadi kekurangan juga dari layanan ini. Jika pengguna tidak memiliki pengetahuan yang dalam tentang server, pengguna membutuhkan jasa layanan tambahan untuk mengelolanya.

 

Saat ini PadiNET telah menggunakan sistem operasi CloudLinux Premium pada server hosting. Jika ada pelanggan yang secara sengaja atau tidak sengaja mempunyai lalu lintas yang tinggi pada websitenya, sistem otomatis akan membatasi dan menghentikan prosesnya. Sehingga tidak akan mengganggu atau mengambat lalu lintas website milik pelanggan yang lain.

Dengan penjelasan tersebut, anda sudah bisa memilih jenis hosting mana yang cocok untuk kebutuhan anda. Untuk informasi tentang detil layanan hosting anda bisa memilih PadiNET sebagai provider hosting yang bisa memberikan support yang cepat untuk kebutuhan anda.