Kecanggihan Teknologi Augmented Reality

Maret 31, 2022

augmented reality

Bagi sebagian orang, teknologi Augmented Reality bukan hal yang baru. Teknologi Augmented Reality ini sempat terkenal sekitar rentang tahun 2016 – 2017 saat game Pokemon Go diluncurkan pada smartphone. Dikutip dari website viva.co.id, fenomenal Pokemon Go ini benar-benar digandrungi saat itu bahkan sampai didownload 750 juta kali pada 2017. Lalu apa sebenarnya teknologi Augmented Reality ini?

Augmented Reality adalah sebuah teknologi yang menggabungkan dunia nyata dengan perangkat digital secara real time. Augmented reality memanfaatkan ruang sekitar penggunanya kemudian diproyeksikan pada layar perangkat smartphone kemudian software akan menampilkan gambar 2D maupun 3D pada layar.

Cara Kerja Augmented Reality

Teknologi AR (Augmented Reality) tidak hanya bekerja dijalankan pada smartphone, tetapi juga bisa dengan kacamata khusus, kamera, layar, webcam, dan sebagainya. Layar perangkat digital ini menjadi media utama untuk menampilkan output dari proses yang dihasilkan oleh teknologi AR. Teknologi AR ini bisa menambilkan gambar statis, animasi, dan juga video berbasiskan 2D maupun 3D.

Teknologi AR menggunakan metode teknologi SLAM (Simultaneous Localization and Mapping) yang berbasis sensor dan pengukur kedalaman. Secara kinerja, metode ini menggabungkan deteksi lokasi dan juga menghitung jarak antara satu titik dengan titik yang lain. Metode SLAM ini memang penentu utama, tetapi juga dibutuhkan hal-hal yang menunjang dari perangkat digital.

Perangkat digital memiliki spesifikasi tersendiri untuk perannya dalam mendukung metode SLAM pada teknologi AR. Misalnya seperti kamera pada ponsel yang harus memiliki kemampuan dalam lingkup kecerahan dan ketajaman. Selain itu processor dan GPU (Graphic Processing Unit) pada smartphone juga penentu dalam penghitungan waktu yang dibutuhkan dan kualitas output dari AR.

Ada perangkat headset yang dipasangkan di kepala dan layar yang lurus pada mata penggunanya. Headset tersebut mempunyai sensor yang mendeteksi keadaan yang ada di sekitar penggunanya sehingga keadaan sekitar tersebut diproyeksikan untuk menampilakan gambar dan animasi. Pengguna tidak perlu mengatur dimana dia berada karena takut terbentur tembok bangunan karena headset bisa mendekteksi apapun halangan dan akan menuntun penggunanya untuk menhindarinya sesuai dengan konten gambar maupun video yang ditampilkan pada layar. Selain itu beberapa produk gadget AR memiliki cermin dengan berbagai macam variasi lekukan  untuk membantu mata manusia melihat gambar secara virtual. Karena cermin tersebut akan memantulkan cahaya ke kamera kemudian meneruskannya ke mata pengguna.

 

Penjelasan tersebut mengesankan Augmented Reality terdengar sangat canggih apalagi dengan dukungan perangkat yang mengisyaratkan memiliki nilai yang tinggi. Tetapi saat Pokemon Go menjadi game yang paling laris pada masanya, hampir semua orang sudah memiliki smartphone dengan harga terjangkau.

Selain itu, ternyata teknologi AR saat ini telah diterapkan pada beberapa platform sosial media. Mengingat hampir semua smartphone saat ini sudah memiliki spesifikasi yang cukup mumpuni meskipun dengan harga yang relatif murah.

TikTok dan Instagram menjadi platform yang saat ini digemari hampir disemua kalangan. Fitur effect saat merekam video menjadi hiburan tersendiri untuk penggunanya. Effect yang ada pada platform sosial media tersebut mempunyai fitur mendeteksi wajah manusia yang terekam pada kamera untuk ditambahkan berbagai macam ornamen yang ditampilkan disekitar wajah. Fitur ini juga memanfaatkan teknologi Augmented Reality untuk membaca detil objek pada wajah manusia dan memberikan output mengikuti letak wajah maupun pergerakan wajah. Apakah anda salah satu penggunanya?