Kelebihan dan Kekurangan DbaaS (Database as a Service)

Januari 26, 2022

DBaaS

Pemusatan data pada satu lokasi menjadi efisiensi yang sering dilakukan. Hal tersebut diiringi dengan penggunakan software atau aplikasi yang ditentukan sebagai pengumpulan data. Apalagi perusahaan Startup yang mengandalkan software untuk menjalankan bisnis mereka. Pengumpulan data pada software selalu menggunakan database agar data mudah dipantau maupun diakses sesuai kebutuhan. Database ini bisa diakses melalui software dan dilakukan oleh user yang sudah ditentukan sebelumnya.

Database as a Service (DBaaS) adalah layanan cloud yang memungkinkan pengguna untuk mengelola basis data tanpa perlu menginstall perangkat lunak maupun menyiapkan perangkat keras secara fisik.

Semua software dengan lingkup sistem informasi selalu menggunakan database untuk penyimpanan datanya. Dengan berkembangnya data sampai pada munculnya istilah Big Data, tentunya mengatur database bukan lagi hal yang mudah serta harus dijamin keamanannya. Disinilah tim software developer bisa memanfaatkan DbaaS untuk pemusatan data.

DbaaS ini mempunyai fungsi yang sama persis seperti database seperti yang berada local server. Bahkan DbaaS memiliki user interface yang jauh lebih bagus. User interface ini bisa dimanfaatkan untuk akses data yang lebih mudah dipahami bahkan sampai pada tampilan penentuan relasi database. Fitur-fitur tersebut menjadi layanan lebih agar pengguna merasa aman dan nyaman saat mengoperasikan semua data yang dia miliki.

Kelebihan DbaaS

Praktis menjadi salah satu kelebihan yang utama dari DbaaS. Pengguna sudah tidak perlu lagi menginstall software database dan tidak perlu melakukan konfigurasi yang detil agar database terhubung pada software yang dibuatnya. Pengguna hanya perlu mengecek struktur dan relasi database agar bisa sesuai dengan query yang dibuat.

Selain itu segi keamanan yang lebih baik bisa diperoleh dari layanan DbaaS dibandingkan dengan database yang dimonitoring secara mandiri. Pada dasarnya semua pengguna bisa mengamankan database, tetapi sebagian pengguna memiliki tanggung jawab lebih pada pemeliharaan software yang akhirnya tidak memiliki waktu lebih untuk fokus pada keamanan data. Terlebih lagi jika memang menggunakan DbaaS ternyata lebih efisien dari segi biaya dibandingkan dengan menyediakan sumber daya manusia tersendiri untuk bertanggung jawab pada database.

Segi skalabilitas menjadi hal yang mudah ketika pengguna memanfaatkan DbaaS. Bayangkan jika harus mempersiapkan infrastruktur sendiri seperti perangkat keras maupun lokasi untuk penyimpanan, maka akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mejalankannya.

Kekurangan DbaaS

Kekurangan DBaaS terletak pada sifatnya yang online. Pada dasarnya sifat yang online memudahkan agar bisa diakses dimana saja selama terhubung koneksi internet. Tetapi mengingat urgensi data yang bergantung pada pengguna masing-masing, tentunya jika terjadi latensi akan berpengaruh terhadap proses bisnis yang melibatkan data tersebut.

Selain itu pihak penyedia DBaaS biasanya mempunyai aturan tertentu untuk mengakses data yang dibutuhkan oleh pengguna. Hal ini berkaitan dengan software yang sudah dibuat oleh pengguna, harus terintegrasi dengan DBaaS. Biasanya tim developer harus melakukan penambahan tertentu pada source code software agar bisa terhubung pada DBaaS.

 

Kelebihan DbaaS ini bisa sangat bermanfaat untuk perusahaan Startup. Dengan segala fitur yang diberikan, tim dari Startup bisa lebih fokus untuk hal pemasaran. Mengingat data yang mereka miliki sudah bisa dijamin dari segi keamanan penempatan maupun pengelolaan.

Tetapi tetap saja pengguna harus bisa memilih dengan bijak untuk penggunaan DBaaS berdasarkan kebutuhan dan kesesuaian pada visi dan misi perusahaan terhadap software dan bisnisnya. Jika dirasa mempersiapkan database dengan server secara mandiri ternyata lebih mudah dan bisa diakses dengan jaminan latensi yang lebih rendah, maka hal itu pun tetap bisa dioptimalkan agar proses pengelolaan data dan software berjalan lancar sesuai yang diharapkan.