Perbedaan API dan Webhook

November 26, 2021

API dan Webhook

Penggunaan API (Application Programming Interface) sudah sering dilakukan pada saat pengembangan software atau aplikasi. Sesuai artikel sebelumnya, API adalah tampilan yang berisi sekumpulan fungsi dan protokol untuk menghubungkan dan menyediakan akses data dari suatu aplikasi dengan aplikasi yang lain. Banyak sekali penyedia API yang menyediakan data demi untuk berkolaborasi antar bisnis. Seperti misalnya API data ekspedisi dan API dari aplikasi social chat. Data yang disediakan oleh API tersebut bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam bisnis yang tentunya menguntungkan pengguna API dan juga penyedia API.

Webhook adalah suatu fungsi yang memiliki sifat API yang memberikan data secara tepat sasaran. Webhook ini sering disebut sebagai kebalikan dari API (reverse API), karena webhook lebih fokus pada menyediakan dan mengirimkan data tanpa sistem melakukan request terlebih dahulu. Webhook ini lebih efektif dalam update data dan pengiriman yang cepat karena data yang dikirmkan oleh penyedia memang sudah dicocokkan terlebih dahulu pada data yang dibutuhkan oleh pengguna Webhook.

 

Perbedaan API dan Webhook

API memberikan data sesuai request yang dilakukan oleh perintah yang dituliskan pada software berupa source code. Dengan ini sebuah aplikasi bisa mengambil data dari penyedia API. API menyediakan data yang utuh yang bisa jadi sebagian data ternyata tidak dibutuhkan oleh pengguna API tersebut. Penyedia API menyediakan data sesuai kebijakan yang ditentukan oleh pihak internal tersendiri. Sehingga jika ada data yang tidak terpakai, maka pengguna API harus mengolah data tersebut dan menampilkan data yang ingin digunakan saja.

Sedangkan webhook mengirimkan data secara tepat sasaran. Dalam artian bahwa penyedia webhook sudah mengetahui struktur data yang diinginkan oleh penggunanya. Saat penyedia webhook melakukan update data pada database internal aplikasinya, maka fungsi webhook akan otomatis mengirimkan data pada penerima dan menyimpan data pada. Secara fungsi update data antar aplikasi, webhook membutuhkan waktu yang cepat, mengingat webhook memang mengirimkan data yang akurat.

API memiliki kelebihan dalam pengolahan data dibandingkan webhook. API menyediakan keleluasaan pada pengguna layanannya untuk mengolah data. API juga bisa memberikan hak akses read, input, edit, dan edit data sesuai kebutuhan. Tetapi pengguna API memang harus memberi perlakuan khusus pada tiap hak akses tersebut. Hal ini membuat update data API lebih lambat dibandingkan Webhook.

Webhook memang lebih cepat dalam hal update data antar aplikasi dibandingkan API. Webhook sangat optimal pada pemanfaatan fitur notifikasi pada aplikasi yang membutuhkan data dari aplikasi lain. Misalkan aplikasi monitoring pelanggan yang menerima notifikasi pelanggan sudah membayar tagihan, sedangkan aplikasi keuangan pelanggan berdiri sendiri.

Berdasarkan masing-masing kelebihan dan kekurangannya. Secara karakter, API berfokus pada request sedangkan Webhook berfokus pada pengiriman data. Dengan perbedaan tersebut, software developer atau application developer bisa memanfaatkan API dan Webhook sesuai dengan kebutuhan pengembangan demi optimasi kinerja dari setiap fitur aplikasi yang dibuat.