SFTP - Protokol Aman Untuk Transfer File

November 25, 2021

SFTP adalah

Ada beberapa jenis protokol yang sering digunakan untuk transfer file yang bersifat client server. Salah satu yang sering digunakan adalah FTP. FTP ini sering digunakan untuk update file pada website yang berada pada hosting. Tetapi ternyata FTP ini memiliki tingkat keamanan file transfer yang rendah. Karena itu ada alternative transfer file dengan tingkat keamanan yang cukup bagus karena sudah menggunakan SSH yaitu SFTP (Secure Shell Connection File Transfer Protokol).

SFTP adalah protokol yang bertugas untuk menghubungkan antara komputer client dan server dalah hal pertukaran data secara online dengan metode keamanan tinggi. SFTP adalah bagian dari SSH (Secure Shell). Karena SSH merupakan akses pengoperasian keseluruhan terhadap server yang diakses secara online.

SFTP ini direkomendasikan digunakan saat user menggunakan koneksi internet publik seperti misalnya, di hotel, café, restoran dan lainnya. Saat terjadi request pengiriman file, laptop yang digunakan akan terhubung pada access point terdekat, disaat itu hacker bisa mencuri data dengan mudah jika tidak menggunakan SFTP. Tentunya SFTP akan meminimalisir untuk terjadinya kebocoran data.

Perbedaaan SFTP dengan SSH yaitu pada level kewenangan untuk pengoperasian server. SSH bisa menjembatani untuk aktifitas apapun yang terjadi didalam server, seperti misalnya installasi paket software maupun konfigurasi pada sistem operasi. Sedangkan SFTP terbatas pada update file saja. Tetapi keduanya memiliki metode keamananan yang sama-sama baik.

Sebagai protokol untuk transfer file, SFTP hampir sama dengan FTP. Hanya saja ketika transfer file terjadi antara pihak sisi client dengan sisi server, SFTP menerapkan metode keamaanan. Saat request transfer file dilakukan, SFTP akan melakukan enkripsi pada file tersebut, kemudian saat tiba di tujuan maka SFTP akan melakukan dekripsi pada file tersebut. Sedangkan FTP tidak melakukan enkripsi, melainkan mengirimkan file secara utuh dan diterima dalam kondisi yang sama persis seperti saat file dikirimkan. Tentunya FTP ini tidak terjamin keamanannya terutama saat digunakan dengan terhubung koneksi internet pada tempat umum.

Penggunaan SFTP bisa melalui terminal. Ketika user menggunakan Windows sebagai sistem operasi, maka user perlu menginstall aplikasi tambahan seperti misalnya PuTTY. Sedangkan untuk Linux dan MacOS, tidak perlu menggunakan aplikasi tambahan karena terminal sudah termasuk bawaan dari sistem operasinya.

Selain menggunakan terminal, user bisa menginstall aplikasi tambahan yang memiliki GUI (Graphical User Interface) yaitu WinSCP untuk sistem operasi windows. Penggunaannya juga mirip seperti FTP. User harus menginputkan username, password serta hostname. Saat memilih opsi SFTP pada WinSCP, secara default port yang digunakan adalah port 22. Port tersebut berbeda dengan FTP yang menggunakan port 21.

SFTP memang tools yang sederhana. Tetapi manfaat yang besar akan diterima oleh user baik dari sisi client maupun server. Hal ini berkaitan dengan meminimalisir kejahatan di dunia digital yang sering terjadi. Pencurian data tentunya harus dicegah dan dimulai dari kebiasaan penerapan keamaanan pada akses pada data online.