10 Nama Tokoh Yang Berpengaruh di Dunia IT

April 29, 2019 | By Author

Blog

Tokoh ke 10
Andrew Jassy. Dia merupakan orang di balik munculnya platform nonton film dan dengerin musik dengan media internet yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja. Andrew Jassy berhasil membawa AWS (anak perusahaan Amazon) menjadi perusahaan bernilai 3 miliar dollar AS atau Rp 4 triliun dalam waktu 10 tahun. Nilai itu terhitung besar untuk perusahaan baru yang menyasar enterprise. Tiap tahunnya dalam acara “re:invent”, Andrew Jassy mengumbar inovasi terbaru dari AWS untuk membantu pebisnis, startup, dan developer yang ingin menciptakan arsitektur sistem komputasi.
 
Tokoh ke 9
Demis Hassabis. Saat ini perusahaan teknologi berlomba-lomba mengembangkan Artificial Intelligence (AI). Salah satu layanan yang paling pertama mengimplementasikannya adalah game bertajuk “Go”. Software-nya yang disebut “AlphaGo” diciptakan oleh Demis Hassabis. Kiprah pria dalam hal AI sudah diakui seantero kalangan industri teknologi. Selain AlphaGo, Demis Hassabis juga merupakan CEO dari firma AI Google yang dinamai “DeepMind”.
 
Tokoh ke 8
Evan Spiegel. Di usia yang baru 26 tahun, Evan Spiegel mampu memimpin perusahaan teknologi sekaliber Snap Inc. Perusahaan itu mewadahi media sosial berbasis video yang disebut “Snapchat”. Berbeda dari Facebook dan Twitter, esensi Snapchat lebih sebagai ruang intim antar penggunanya. Mereka bisa bertukar video pendek dengan bubuhan filter menggemaskan, untuk menunjukkan sedang apa dan di mana.
 
Tokoh ke 7
Terry Myerson. Windows, Xbox, Surface, dan produk-produk Microsoft lainnya tak lepas dari peran Terry Myerson. Ia menggodok sistem operasi Windows Mobile pada 2008 lalu, menyusul perilisan iPhone. Sayangnya Windows Mobile tak mampu bersaing dengan Android dan iOS. Terry Myerson pun banting stir dengan fokus pada masa depan sistem komputasi. Saat ini Terry Myerson dan timnya tengah merancang versi WIndows terbaru khusus untuk virtual reality dan augmented reality yang dinamai Microsoft sebagai mixed reality.
 
Tokoh ke 6
Del Harvey. Salah satu masalah yang marak di Twitter adalah banyaknya kicauan-kicauan yang mengandung kekerasan. Head of Trust dan Safety Twitter, Del Harvey, adalah sosok yang mengatur mekanisme Twitter untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dari waktu ke waktu, Twitter semakin menunjukkan kepiawaian untuk fokus pada penyebaran informasi dan forum diskusi saja, bukan sebagai platform penebar kebencian. 
 
Tokoh ke 5.
Sundar PichaiPendiri Google, Sergey Brin dan Larry Page, tentu tak sembarang memilih pemimpin untuk layanan inti mereka. Dua punggawa itu kini lebih fokus menggarap perusahaan induk Google yang dinamai “Alphabet”. Amanah mengurus Google diberikan ke Sundar Pichai, pria berdarah India yang mula-mula memimpin divisi bisnis Android. Sundar Pichai terpilih sebagai CEO Google tak lepas dari keberhasilannya memimpin Android yang saat ini menjadi sistem operasi terbesar di dunia. Google di bawah kepemimpinan Sundar Pichai pun semakin fokus meruncingkan prinsipnya, yakni sebagai penyedia informasi untuk semua orang.
 
Tokoh ke 4.
Tim Cook. Cook mengemban beban berat sebagai penerus pendiri Apple, Steve Jobs. Pasalnya, inovasi-inovasi Apple sejak Macintosh hingga iPhone  merupakan ide Steve Jobs. Meski demikian, Tim Cook nyatanya mampu unjuk gigi. Dari masa ke masa, Tim Cook berhasil mempertahankan kesan premium dari produk Apple tanpa takut berinovasi dan bahkan “melanggar” titah Steve Jobs.
 
Tokoh ke 3.
Mark Zuckerberg. Tak lulus kuliah di Harvard University, Mark Zuckerberg memilih fokus mengembangkan jejaring sosial Facebook. Tujuan utama Facebook sederhana, yakni menghubungkan semua manusia di dunia yang terpaut jarak dan waktu. Belakangan Facebook juga mencaplok Instagram dan WhatsApp yang juga merupakan layanan populer di era ini. Ketiganya bisa dibilang “layanan wajib” yang tersemat di tiap smartphone.
 
Tokoh ke 2.
Jeff BezosAmazon bisa dibilang sebagai cikal bakal perdagangan elektronik atau lebih sering disebut “e-commerce”. Jika hari ini kita mengenal Alibaba, Lazada, Tokopedia, Bukalapak, OLX, dkk, bisa dibilang Amazon adalah nenek buyut mereka. Amazon juga memimpin tren Artificial Intelligence (AI) melalui software yang dinamai Alexa. Di bidang enterprise, Amazon menyediakan layanan penyimpanan berbasis cloud yang dinamai AWS. Layanan tersebut digunakan perusahaan teknologi kondang semacam Netflix dan Spotify. Kompas.com pun merupakan salah satu klien AWS untuk menunjang performa sebagai media online.

Tokoh ke 1.
Elon Musk. Kerap dijuluki sebagai Iron Man di kehidupan nyata, Elon Musk punya obsesi besar di sektor transportasi berbasis teknologi. Pada 2002, Musk menghabiskan sebagian kekayaannya untuk mendirikan Space Exploration Technologies yang belakangan kerap disebut “Space X”. Selain membuat mobil listrik, ia juga menjual sistem electric powertrain kepada produsen-produsen mobil semacam Daimler AG dan Toyota Motor. Kecintaan Musk pada lingkungan ditunjukan pula dengan menjadi investor utama di SolarCity, yakni penyedia energi bersih untuk memerangi pemanasan global.